Upacara awal untuk peresmian perkawinan pada hari telah ditetapkan, dilakukan pada natar atau halaman pekarangan rumah menghadap ke Marajan/Sanggah Kamulan dengan upacara Pakala-kalaan atau padengen-dengen, yang upakara atau bantennya terdiri dari :
Suci, daksina, peras, panyeneng, sasayut pangambyan, soda, tipat kelanan, tulung, Sanggahurip, pamugpug (tumpeng kecil 5 buah dialasi dengan kulit sasayut lengkap dengan rarasmen dan raka-raka, untek 7 buah dialasi taledan berisi raka-raka, rerasmen, solasan 22 tanding (nasi yang dialami dengan taledan kecil dilengkapi rarasmen, ulam sate disertai lekesan/sirih selengkapnya, Bayuan (penek warna 5 dialasi daun talujungan memakai ulam sate olahan ayam brumbun dengan kulit ayamnya diletakkan diatasnya diisi kawangen. Kemudian dilengkapi Byakala, Prayascita, Lis, Gelar Sanga, Tabuh - tabuh
Dan beberapa perlengkapan lainnya sebagai berikut : Tikeh dadakan, kala sepetan, tegen-tegenan, sok padagangan, panegtegan, pagegatan, dan tatimpug
Soda,
Prayascita,
Daksina,
Peras,
Tipat Kelanan,
Suci,
Penyeneng,
Byakala,
Sesayut Pengambyan,
Bayuan,
Gelar Sanga,
Kala Sepetan,
Lis,
Pagegatan,
Pamugpug,
Panegtegan,
Sanggah Urip,
Sok Padagangan,
Solasan,
Tatimpug,
Tegen-tegenan,
Tetabuhan,
Tikar Dadakan,
Tulung,
Untek