Prayascita (ada yang menyebut Prayascita-sakti atau prayascita-alit) adalah sejenis sesajen beralaskan kulit Sesayut disusuni kulit peras berbentuk bundar yang dibuat dari lima potong janur, daun cabe jawa (tabia bun) 8 lembar, kemudian di atasnya diisi nasi yang diatur sehingga berbentuk bundar, disusuni 5 jumput rerasmen, lima buah Cecongger (sejenis jejahitan dari janur); disekitarnya ditaruh perlengkapan yang lain misalnya jajan, buah buahan. Sampyan Nagasari, Pengeresikan, Sorohan Alit, Penyeneng dan Canang Genten. Sesajen ini mempergunakan tiga jenis air, serta tiga jenis alat untuk memercikkan, yaitu :
a) Toya Anyar, dengan alat pemerciknya disebut Bebuhu/ Lis Amu-amuan.
b) Tirta Plukatan dari air kelapa gading yang masih rnuda (bungkak) dibuka berbentuk segi tiga (mekasturi) alat pemerciknya disebut Lis Senjata.
c) Tirtha Prayascita diperoleh dari seorang sulinggih atau mohon kehadapan Sanghyang Siwa Raditya, dan alat pemerciknya disebut Padma Untuk membuat sesajen ini sedapat mungkin jejahitannya dibuat dan janur kelapa gading Sampian Nagasari, Penyeneng, Bebuhu, Lis Senjata serta Padma. terutama
Buah-buahan,
Jajan,
Lauk Pauk,
Sorohan Alit,
Canang Genten,
Sampian Nagasari,
Penyeneng,
Pengeresikan,
Toya Anyar,
Daun Cabe Jawa,
Kulit Peras,
Nasi Suwer,
Tirta Plukatan,
Tirta Prayascita