Utama atau yang besar, terdiri dari: Byakala,
Daksina, Peras, Ajuman, Prayascita, Pagedong-gedongan,
Sasayut Pangambyan dan Sasayut Pamahayu tuwuh serta
tataban seadanya (sorohan Tumpeng Pitu), sasayut Tulus Dadi dan Pulagembal
dilengkapi dengan 2 soroh banten suci, Dewa-Dewi, Bebangkit,
Pangelukatan, Caru di permandian, beberapa jenis banten
Sasayut lainnya.
Apabila upakaranya besar, ibu hamil saat pergi ke tempat
permandian mengusung bakul/kotak kecil (Ceraken) berisi
rempah-rempah didampingi oleh suaminya sambil memegang
benang hitam yang telah diikatkan pada dua buah cabang dadap dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanan memegang
gelanggang atau bambu runcing. Ke dua cabang dadap
ditancapkan di halaman Sanggah Kamulan, sementara itu
pemimpin upacara menghaturkan banten caru.
Setelah selesai,
sang suami berjalan terlebih dahulu menerobos benang hitam
hingga putus, diikuti oleh istrinya sambil memegang daun
kumbang berisi air dan ikan kali (tukad) sedangkan ceraken
dijunjung di atas kepalanya. Si suami menusuk daun kumbang
dengan gelanggang tadi hingga air dan ikannya tumpah keluar.
Upacara selanjutnya menghaturkan banten caru
berbentuk gambar bayi dibuat dari nasi berwarna pada tempat
permandian. Selesai dihaturkan caru tersebut dihanyutkan ke
parit/sungai dengan kepalanya dihadapkan ke hilir. Setelah
selesai dilanjutkan dengan mabyakala, maprayascita,
sembahyang, malukat, Ngayab/Natab dan matirtha untuk ibu
hamil.
Ajuman,
Pulagembal,
Prayascita,
Daksina,
Peras,
Banten Dewa-dewi,
Suci,
Byakala,
Pagendong-gendongan,
Sesayut Pamahayu Tuwuh,
Sesayut Pengambyan,
Sorohan Dapetan Tumpeng 7,
Sesayut Tulus Dadi,
Banten Penglukatan,
Bebangkit,
Caru Magendong-gendong