Terdiri dari :
Peras,
Ajuman,
Daksina,
Tipat Kelanan
Tempat pelaksanaan di depan Sanggah Kamulan, tanah
yang akan diinjak pertama kali oleh si Bayi dirajah dengan
bentuk “Badawangnala". Selain itu juga disiapkan sebuah
"Guwungan Sudamala”.
Pelaksanaan upacara turun ke tanah bertujuan memohon wara
nugraha Sang Hyang Ibu Pertiwi untuk mendapatkan restunya,
maka tanah yang akan diinjak untuk pertama kalinya itu digambari
"Badawangnala" lanjut si bayi didudukkan dan ditutupi dengan
"Guwungan Sudamala" sebagai lambang memohon perlindungan
kehadapan Hyang Akasa, agar selama hidupnya mendapatkan naungannya sehingga selamat. Kedua permohonan tersebut
Kamulan. Selanjutnya diadakan upacara persembahyangan, sebagai
disaksikan oleh Bhatara Hyang Guru, yang bersthana di Sanggah
lambang pendekatan bakti dan kasih lalu mohon tirtha untuk
pembersihan lahir dan batin.
]