Banten sarastwati diaturkan di parhyangan. sesungguhnya ada beberapa perlengkapan tetapi fungsinya sama yaitu sebagai penglebar setelah persembahyangan pada keesokan harinya (setelah mebanyu pinaruh). Perlengkapan tersebut masing-masing dialasi sebuah tangkih dan diatur letaknya pada sebuah tamas atau taledan, dilengkapi dengan jajan, buah-buahan, sampian kepet-kepet, penyeneng beserta isinya dan canang burat wangi. Bila tidak memungkinkan dapat menggunakan alas lain seperti piring serta mangkok-mangkok kecil asalkan dalam keadaan suci / belum pernah dipakai.