Alasnya memakai dulang majaro, diatasnya diletakkan kulit sasayut/tamas sasayut. Dibuat dua buah, diletakkan berjajar. Diatas tamas sasayut pada bagian tengah-tengahnya, ditancapkan batang pisang kecil sedemikian rupa sebagai tempat mengikatkan dan menusukkan raka-raka (jajan dan buah-buahan). Pada bagian dalam diisi nasi penek dan rarasmen, pada bagian belakang diletakkan berbagai jenis buah-buahan, pada bagian samping dan depan diatur untuk berbagai jenis jajan. Jajan khusus sebagai hiasan yang indah memakai kojong dibuat berwarna-warni yang jumlahnya disesuaikan dengan jumlah urip oton dari masing-masing mempelai. Pada bagian atas berisi sampyan nagasari masriyok dibuat seindah-indahnya diisi porosan, bunga dan rampe.
Catatan untuk jumlah urip oton adalah dengan menjumlahkan urip
saptawara, pancawara dan wuku dari masing-masing mempelai.
Urip dalam Saptawara. Minggu/Redite = 5, Senin/Soma = 4, Selasa/Anggara = 3, Rebo/Buda=7, Kemis/Wraspati = 8, Jumat/Sukra = 6, Sabtu/Saniscara = 9
Urip dalam Pancawara. Umanis = 5, Pahing = 9, Pon = 7, Wage = 4, Keliwon = 8.
Urip dalam wuku. Sinta= 7, Landep = 1. ukir = 4, Kulantir = 6, Tolu = 5, Gumbreg = 8, Wariga = 9, Warigadian = 3, Julungwangi = 7, Sungsang = 1, Dungulan = 4, Kuningan = 6, Langkir = 5, Medangsia = 8, Pujut = 9 Pahang =3, Krulut =7, Merakih = 1, Tambir = 4, Medangkungan = 6 Matal =5, Uye = 8, Menail = 9, Perangbakat = 3, Bala = 7, Ugu = 1, Wayang = 4, Kelawu = 6, Dukut = 5, Watugunung = 8.
Buah-buahan,
Bunga,
Jajan,
Lauk Pauk,
Penek,
Porosan,
Maharya,
Rampe,
Sampian Nagasari,
Batang Pisang,
Jajan Kojong